MAKALAH PENYAKIT VARISES


MAKALAH VARISES

Disusun oleh :
Muhammad Faizal Hadi Prasetyo
(19021367031)
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS BAHASA SENI
Prodi D4 Desain Grafis
2020
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar belakang
Varises adalah vena normal yang mengalami dilatasi akibat pengaruh peningkatanan tekanan vena. Varises ini merupakan suatu manifestasi yang dari sindrom insufisiensi vena dimana pada sindrom ini aliran darah dalam vena mengalami arah aliran retrograde atau aliran balik menuju tungkai yang kemudian mengalami kongesti. Terdapat 3 jenis vena pada tungkai, yaitu vena tepi, vena dalam dan vena penghubung (perforantes).Vena ini merupakan vena yang paling sering menderita varises. Meskipun penyakit ini sering dijumpai di klinik, namun masih sedikit perhatian dari profesi kedokteran, dengan alasan bahwa kelainan ini mempunyai perjalanan yang ringan dan mortalitasnya yang rendah.1,2,3 Prevalensi varises vena tungkai hingga 25 - 40 % dari wanita dan 10 – 15 % dari pria. Diperkirakan keadaan ini mempengaruhi hampir 15 – 20% dari total orang dewasa, terjadi 2-3 kali lebih sering pada perempuan dari laki-laki. hampir setengah dari pasien memiliki riwayat keluarga penderita varises, di Eropa sekitar 50 % dari penduduk dewasa. Angka ini mungkin lebih rendah dari penduduk Asia, namun angka statistik yang pasti khususnya untuk Indonesia belum ada.4,5 Dewasa ini varises mulai mendapatkan perhatian masyarakat, karena dapat menimbulkan problem kosmetik akibat rasa tidak nyaman 2 dan penampilan yang tidak menarik dari tungkai penderita, selain itu juga adanya keluhan nyeri, kemerahan, rasa terbakar, gatal, kram, kejang otot betis serta pembengkakan ringan pada kaki. Pada kasus berat dapat terjadi edem tungkai permanen yang disertai pigmentasi, ulserasi, dan selulitis kekambuhan. Keadaan ini menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa kurang percaya diri penderita.6,7 Penyebab dari varises vena tungkai ini multifaktorial. Baik itu faktor endogen maupun eksogen yang diantaranya yaitu faktor genetik/riwayat keluarga, usia, polahidup (faktor berdiri terlalu lama atau duduk lama), overweight/obesitas, multiparitas kehamilan, konsumsi alkohol, trauma dan faktor hormonal yang memegang peranan penting dalam mempengaruhi timbulnya varises vena tungkai.





2.    Rumusan masalah
Apakah definisi varises?
Dari mana asal usul varises?
Apa saja jenis jenis varises?
Apa gejala penyakit varises?
Apakah mata kuliah penjas ini penting bagi pencegahan osteoporosis?
  1. Tujuan pembahasan
Mahasiswa mengetauhi pengertian varises
Mahasiswa mampu menganalisis penyebab terjadinya varises
Mahasiswa mampu mencegah terjadinya varises
Mahasiswa mampu melakukan kegiatan olahraga untuk mencegah varises di usia muda melalui mata kuliah penjas
BAB II
PEMBAHASAN
1.      Definisi Varises
Varises adalah pelebaran pembuluh balik. Kata varises berasal dari bahasa Latin yang berarti memutar, "varix".Varises (Varicose Vein) merupakan pelebaran vena yang sering terjadi di vena superfisial, dan yang banyak terjadi di ekstremitas bawah. Varises merupakan pelebaran pada pembuluh darah balik vena yang berada pada bagian tungkai kaki. (U.S Departement of Health & Human Services, 2008) 5 Pembuluh vena memiliki semacam katup yang dapat mengatur aliran darah yang melewatinya. Apabila katup ini tidak berfungsi dengan baik, maka darah yang seharusnya mengalir ke bagian atas tubuh menuju jantung sebagian akan mengalir balik turun ke bagian bawah tubuh akibat adanya gaya berat pada darah. Darah yang mengalir balik ini tertahan dan terhambat sehingga dinding vena menjadi melebar. (Handrwanan 2010 : 160). Pembuluh darah pada tubuh manusia terdiri dari dua macam bentuk yakni Vena dan Arteri. Arteri membawa darah dari jantung ke seluruh jaringan tubuh. Sementara Vena kebalikannya, yakni mengembalikan darah sisa metabolisme dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Dan untuk dapat mengembalikan darah dari seluruh jaringan tubuh kembali ke jantung, Vena pada kaki harus bekerja melawan gravitasi. Untungnya, Vena ini terletak berdekatan dengan otot, maka kontraksi otot kaku juga memliki peran serta untuk sebagai pompa untuk dapat membantu vena ini bekerja mengembalikan darah. (Priyatna, 2009 : 45). Vena memiliki katup berukuran kecil yang dapat terbuka ketika darah menuju jantung dan kemudian dapat menutup agar darah tak kembali lagi. Hal ini memungkinkan darah mengalir mundur dan menyebabkan vena membesar dan berkelok-kelok. (Handrwanan 2010 : 160)
2.    Asal usul penyakit Varises
Penyakit varises awal mula terjadi akibat pelebaran dinding vena pada pembuluh darah balik (vena). Fungsi pembuluh vena yang normal dan sehat adalah membawa darah kotor kembali ke jantung. Karena harus bekerja melawan gaya berat maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila bagian katup ini hilang, darah akan berkumpul pada vena dimana tarikan gaya beratnya besar, seperti kaki dan anus. Karena hal tersebut maka yang terjadi adalah aliran darah mencari jalan altrnatif sehingga pembuluh darah vena mengalami pelebaran. (Akoso 2009:4)

3.    Jenis jenis Varises
Hendrawan (2009) menyebutkan bahwa : Varises terbagi dalam beberapa jenis sebagai berikut:

1.    Varises jenis spider navy.
Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, kebiasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal. Varises jenis ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu di wajah, pangkal lengan, paha, daerah lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, untuk mengecilkan atau mengerutkan pembuluh darah.
2.    Varises dalam kulit
Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stocking khusus varises.

3.    Varises Reticular Varicose Veins
Ini adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit dan sudah menonkolkan urat yang berkelok-kelok. (h.39-40)

4.    Gejala gejala penyakit Varises
Menurut penderita penyakit Varises Siti Mariam (47tahun) gejala yang dirasakan pertama kali terjadinya Varises diantaranya: 1. Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam. 2. Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai. 3. Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba . 4. Perubahan warna kulit di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh. 5. Kaki mulai bengkak karena adanya pembendungan darah. 6. Di sekitar pembuluh vena luar pada kulit kaki terasa gatal seperti iritasi kulit. Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok.
5.      Apakah mata kuliah penjas ini penting bagi pencegahan osteoporosis?
Sangat penting untuk mahasiswa yang umur nya dikategorikan masih muda.
Sebelum terkena bahaya penyakit varises, maka akan lebih baik untuk mencegahnya. Menurut Rucika (2016) pada sebuah acara talkshow penyakit varises IMS (Indonesia Morning Show Net Tv) mengungkapkan bahwa upaya pencegahan penyakit varises dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (Melatih Kekuatan Kaki) Dengan cara jalan, lari, berenang, bersepeda dan treadmill. Gerakan ini bisa membantu pembuluh darah vena memompa darah kembali ke jantung sehingga peredaran darah lancar. (Hindari Duduk Menyilangkan Kaki) Duduk dengan menyilangkan kaki bisa menghambat kelancaran peredaran darah. Ini bisa mengakibatkan darah tertahan dan menyebabkan varises. (Jaga Berat Badan) Menjaga berat badan tetap ideal akan mengurangi beban kaki dalam menopang berat tubuh. Sehingga pembuluh darah tidak bekerja terlalu berat untuk memompa darah. (Diet Rendah Garam) Garam bisa membuat darah menjadi lebih kental. Hal itu akan memperberat kerja pembuluh darah vena. (Hindari Sepatu Hak Tinggi Terus-Menerus) Memakai sepatu hak tinggi dalam waktu lama bisa menyebabkan pembuluh darah vena bekerja terlalu berat memompa darah kembali ke jantung. Ini bisa membuat memicu varises.


PENUTUP
1.      Kesimpulan
Penyakit adalah keadaan abnormal pada tubuh yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi, tekanan, atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya. Kadang kala istilah ini digunakan secara umum untuk menerangkan kecederaan, kecacatan, sindrom, simptom, keserongan tingkah laku, dan variasi biasa sesuatu struktur atau fungsi. (Dr. Anies, 2006,h.6) Anies (2006) berpendapat bahwa: Penyakit dapat diklarifikasikan dalam beberapa bentuk yakni penyakit menular dan penyakit tidak menular. · Penyakit menular ialah penyakit yang disebabkan oleh patogen (kuman) yang menyerang tubuh manusia. Kuman dapat berupa virus, bakteri, amuba, atau jamur. Patogen tersebut dapat menyebar dan dikatagorikan bahwa penyakit yang berasal dari patogen dapat menyebar atau menular. · Penyakit tidak menular ialah penyakit yang tidak disebabkan oleh patogen (kuman), tetapi disebabkan karena adanya problem fisiologis atau metabolisme pada jaringan tubuh manusia. Dapat dikarifikasikan bahwa penyakit tidak menular adalah penyakit yang tumbuh secara fisiologis akibat gangguan metabolisme dalam tubuh bukan disebabkan oleh patogen yang berupa kuman, bakteri, virus dll. (h.7)
2.      Saran
Sebagai mahasiswa kita patut mengetauhi apa penyebab gejala dan bahaya varises, sehingga kita dapat mencegah terjadinya varises. Bahaya osteoporosis memang nyata, tetapi risiko tersebut tidak menjadi nyata untuk setiap orang. Anda bisa mengambil langkah untuk meminimalkan bahaya varises. Salah satu caranya dengan berolah raga dengan tepat.






DAFTAR PUSTAKA


Komentar